Bebarapa Rahasia Al-Qur’an

Januari 17, 2010 at 2:34 am 2 komentar


Bebarapa Rahasia Al-Qur’an

Harun Yahya

TENTANG PENULIS

Penulis buku ini, yang menulis dengan nama pena HARUN YAHYA, dilahirkan di Ankara pada tahun 1956. Setelah menye
lesaikan pendidikan dasar dan menengah di Ankara, ia belajar seni di Universitas Mimar Sinan di Istanbul, dan filsafat di Universitas Istanbul. Semenjak tahun 1980, penulis telah mener
bitkan berbagai buku tentang politik, masa
lah-masalah yang berkaitan dengan agama dan masalah-masalah ilmu pengeta
huan. Harun Yahya terkenal sebagai penulis yang telah menulis karya-karya sangat penting yang menyingkap tentang kepalsuan para pendukung teori evolusi, kebohongan pernya
taan mereka, dan hubungan antara Darwin
isme dengan ideologi berdarah.
Adapun nama samaran yang terdiri dari Harun dan Yahya adalah untuk mengenang dua orang nabi yang terkemuka, yang meme
rangi kerusakan iman. Stempel kenabian yang tertera pada sampul depan buku ini melam
bangkan makna yang berkaitan dengan kandungan buku ini. Stempel tersebut meng
gambarkan al-Qur’an sebagai Kitabul
lah yang purna, firman-Nya yang purna, dan Nabi kita sebagai penutup para nabi. Di bawah bim
bing
an al-Qur’an dan Sunnah, penulis men
jadikan tujuan utama ditulisnya buku ini untuk mematahkan setiap ajaran fundamental dari ideologi-ideologi tak ber
tuhan, dan sebagai “perkataan yang purna”, sehingga dapat benar-benar mem
bung
kam keberatan yang diajukan terhadap agama. Stempel kena
bian, yang memiliki ketinggian hikmah dan kesempurnaan akhlak, diguna
kan sebagai lam
bang dari tujuan ini, yakni untuk menya
ta
kan perkataan yang purna.
Semua karya yang ditulis ini bertumpu pada satu tujuan: yakni untuk membawa pesan al-Qur’an kepada masyarakat sehingga dapat menggugah semangat mereka untuk memikirkan masalah-masalah mendasar yang berkaitan dengan keimanan seperti keber
adaan Tuhan, Keesaan-Nya, keakhiratan, dan untuk menunjukkan kepalsuan pijakan dan karya-karya yang menyimpang tentang sistem-sistem tak berTuhan.
Harun Yahya pernah mengadakan per
jalan
an ke berbagai negara, dari India sampai Amerika, Inggris sampai Indonesia, Polandia sampai Bosnia, Spanyol sampai Brazil. Sebagian dari bukunya telah ditulis ke dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Portugis, Urdu, Arab, Albania, Rusia, Serbo-Kroasia (Bosnia), Turki Uygur, dan Indonesia, dan semuanya telah dinikmati oleh para pembaca di seluruh dunia.
Karya-karya tersebut memperoleh sambut
an yang luar biasa di seluruh dunia karena bagi sebagian orang merupakan sarana untuk menanamkan keimanan kepada Allah dan bagi sebagian orang lainnya untuk memper
oleh pemahaman yang lebih dalam tentang keimanan. Buku ini, yang ditulis dengan gaya yang hikmah, tulus, dan mudah dipahami, menjadikan orang yang membacanya dapat tersentuh hatinya, sehingga orang yang mem
bacanya ingin membuktikannya. Karya-karya ini tidak pernah ditolak karena sangat efektif, hasilnya pasti, dan tidak dapat dibantah. Jika orang-orang membaca buku-buku ini kemu
dian memikirkannya dengan sungguh-sung
guh, mereka tentu tidak akan lagi mendukung filsafat materialistik, ateisme, dan ideologi atau filsafat yang sesat lainnya. Kalaupun mereka masih mendukungnya, hal itu hanya
lah karena dorongan perasaan saja karena buku-buku ini telah membantah ideologi-ideologi tersebut hingga ke akar-akarnya. Semua gerakan kontemporer yang menolak (agama), secara ideologis telah dikalahkan pada hari ini berkat kumpulan buku-buku yang ditulis oleh Harun Yahya.
Dengan mencermati fakta-fakta tersebut, mereka yang mendorong orang-orang untuk membaca buku ini sehingga dapat membuka “mata” hati mereka dan membimbing mereka sehingga dapat menjadi hamba Allah yang taat, sesungguhnya telah melakukan amal ibadah yang tidak ternilai harganya.
Dalam pada itu, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lalu, tentunya hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga jika menyebarluaskan buku-buku yang dapat me
nyebabkan kebingungan, yang menje
rumus
kan manusia kepada ideologi yang kacau balau, dan yang jelas-jelas tidak dapat meng
hilangkan keraguan dari dalam hati. Orang-orang yang meragukan masalah ini dapat segera melihat bahwa tujuan utama buku-buku Harun Yahya adalah untuk membasmi kekufuran dan menanamkan nilai-nilai moral al-Qur’an. Keberhasilan, pengaruh, dan keikhlasan yang telah dicapai oleh usaha ini telah terlihat pada keyakinan yang dimiliki oleh para pembaca.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah: Penyebab utama terjadinya tindak kekerasan dan konflik, dan semua penderitaan yang dialami oleh umat Muslim adalah karena dianutnya ideologi kafir. Keadaan ini hanya dapat diakhiri dengan membasmi ideologi kafir tersebut dan mengusahakan agar setiap orang mengetahui tentang kehebatan pencip
ta
an dan moralitas al-Qur’ani, sehingga orang-orang dapat hidup berdasarkan ajaran ini. Dengan memperhatikan keadaan dunia pada hari ini, yang memaksa orang-orang ter
jerumus ke dalam lingkaran kekerasan, korupsi, dan konflik, jelaslah bahwa usaha ini perlu dilaksanakan dengan lebih cepat dan lebih efektif. Jika tidak tentu akan terlambat.
Tidaklah berlebih-lebihan jika dikatakan bahwa kumpulan buku-buku Harun Yahya telah menjalankan peran utama ini. Dengan kehendak Allah, buku-buku tersebut akan menjadi sarana yang dengannya manusia pada abad ke-21 akan memperoleh kedamaian dan kegembiraan, keadilan dan kebahagiaan sebagaimana dijanjikan dalam al-Qur’an.
Karya-karya Harun Yahya meliputi The New Masonic Order, Judaism and Freemasonry, The Disasters Darwinism Brought to Humanity, Communism in Ambush, The Bloody Ideology of Darwinism: Fascism, The ‘Secret Hand’ in Bosnia, Behind the Scenes of The Holocaust, Behind the Scenes of Terrorism, Israel’s Kurdish Card, Solution: The Morals of the Qur’an, Articles 1-2-3, A Weapon of Satan: Romantism, Truths 1-2, The Western World Turns to God, The Evolution Deceit, Precise Answers to Evolusi
onists, Evolutionary Falsehoods, Perished Nations, For Men of Understanding, The Prophet Moses, The Prophet Joseph, The Golden Age, Allah’s Artistry in Colour, Glory is Everywhere, The Truth of the Life of This World, Knowing the Truth, Eternity Has Already Begun, Timeless and the Reality of Fate, The Dark Magic of Darwinism, The Religion of Darwinism, The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions, Allah is Known Through Reason, The Qur’an Leads the Way to Science, The Real Origin of Life, Consciousness in the Cell, A String of Miracles, The Creation of Universe, Miracles of the Qur’an, The Design in Nature, Self-Sacrifice and Intelligent Behaviour Models in Animals, The End of Darwinism, Deep Thinking, Never Plead Ignorance, The Green Miracle Photosynthesis, The Miracle in the Cell, The Miracle in the Eye, The Miracle in the Spider, The Miracle in the Gnat, The Miracle in the Ant, The Miracle of the Immune System, The Miracle of Creation in Plants, The Miracle in the Atom, The Miracle in the Honeybee, The Miracle of Seed, The Miracle of Hormone, The Miracle of the Ternite, The Miracle of the Human Being, The Miracle of Man’s Creation, The Miracle of Protein, The Secrets of DNA.
Adapun buku-buku untuk anak-anak adalah: Children Darwin was Lying!, The World of Animals, The Splendour in the Skies, The World of Our Little Friends: The Ants, Honeybees That Build Perfect Comb, Skillful Dam Builders: Beavers.
Karya-karya lain dengan topik dari al-Qur’an meliputi: The Basic Concepts in the Qur’an, the Moral Values of the Qur’an, Quick Grasp of Faith 1-2-3, Ever Thought About the Truth?, Crude Understanding of Disbelief, Devoted to Allah, Abandoning the Society of Ignorance, The Real Home of Believers: Paradise, Knowledge of the Qur’an, Qur’an Index, Emigrating for the Cause of Allah, The Character of the Hypocrite in the Qur-an, The Secrets of the Hypocrite, The Names of Allah, Communicating the Message and Disputing in the Qur’an, Answers from the Qur’an, Death Resurrection Hell, The Struggle of the Messengers, The Avowed Enemy of Man: Satan, The Greatest Slander: Idolatry, The Religion of the Ignorant, The Arrogance of Satan, Prayer in the Qur’an, The Importance of Conscience in the Qur’an, The Day of Resur
rection, Never Forget, Dis
regarded Judgements of the Qur’an, Human Characters in the Society of Ignorance, The Importance of Patience in the Qur’an, General Information from the Qur’an, The Mature Faith, Before You Regret, Our Messengers Say, The Mercy of Believers, The Fear of Allah, The Nightmare of Disbelief, Jesus Will Return, Beauties Presented by the Qur’an for Life, A Bouquet of the Beauties of Allah 1-2-3-4, The Iniquity Called “Mockery”, The Mystery of the Test, The True Wisdom According to the Qur’an, The Struggle with the Religion of Irreligion, The School of Yusuf, The Alliance of the Good, Slanders Spread Against Muslims Throughout History, The Importance of Following the Good Word, Why Do You Deceive Yourself?, Islam: The Religion of Ease, Enthusiasm and Excitement in the Qur’an, Seeing Good in Everything, How do the Unwise Interpret the Qur’an?, Some Secrets of the Qur’an, The Courage of Believers, Being Hopeful in the Qur’an, Justice and Tolerance in the Qur’an, Basic Tenets of Islam, Those Who do not Listen to the Qur’an.

UNTUK PEMBACA

Dalam semua buku karya penulis, masalah-masalah yang berkaitan dengan iman dije
laskan dengan merujuk pada ayat-ayat al-Qur’an, dan orang diajak untuk mempelajari ayat-ayat Allah dan hidup dengannya. Semua pokok bahasan yang berkenaan dengan ayat-ayat Allah dijelaskan sedemikian rupa se
hingga tak ada lagi keraguan atau pertanyaan membekas dalam pikiran pembaca. Gayanya yang jujur, lugas dan fasih memastikan bahwa semua orang dari segala usia dan dari semua lapisan masyarakat dapat dengan mudah memahami buku-bukunya. Narasinya yang efektif dan cair memungkinkan pembaca untuk membacanya dalam sekali duduk. Bah
kan mereka yang menolak spiritualitas akan terpengaruhi oleh fakta yang dikemu
kakan dalam buku-buku ini dan tidak dapat me
nyang
kal kebenaran isinya.
Buku ini dan semua buku lain karya Harun Yahya dapat dibaca secara perorangan atau didiskusikan dalam kelompok. Pembaca yang ingin mendapatkan manfaat dari buku-buku ini akan merasakan bahwa diskusi sangat bermanfaat karena mereka akan dapat me
ngait
kan refleksi dan pengalaman mereka sendiri satu sama lain.
Di samping itu, merupakan sumbangan besar bagi agama untuk menyajikan dan me
nye
barluaskan buku-buku ini, yang ditulis semata-mata untuk mencari ridha Allah. Bukti-bukti yang dikemukakan penulis sangat meyakinkan, sehingga bagi mereka yang ingin menyampaikan agama kepada orang lain, salah satu metode paling efektif ialah mendorong mereka untuk membaca buku-buku ini.
Dalam buku-buku itu orang akan memper
oleh pandangan pribadi penulis, penjelasan yang didasarkan pada sumber-sumber terper
caya, gaya yang mencerminkan penghormatan kepada pokok bahasan yang suci, dan tidak ada uraian bernada pesimistis yang dapat menimbulkan keraguan dan menciptakan penyimpangan dalam hati.

PENDAHULUAN

Banyak orang yang tidak beriman kepada al-Qur’an sekalipun mereka mengaku sebagai orang yang beriman. Mereka menghabiskan hidup mereka dengan berpegang pada khayal
an, dan kehidupan mereka menyalahi al-Qur’an, bahkan mereka menolak al-Qur’an sebagai pem
bimbing mereka. Padahal, hanya al-Qur’an yang memberikan pengetahuan yang benar dalam masa kehidupan ini kepada setiap orang, dan al-Qur’an menjelaskan raha
sia-rahasia pencipta
an Allah dengan penje
lasan paling benar dan paling murni. Infor
masi apa pun yang tidak berdasarkan pada al-Qur’an adalah informasi yang tidak benar, dengan demikian informasi tersebut merupa
kan tipuan dan khayalan. Dengan demikian, orang-orang yang tidak berpegang pada al-Qur’an hidupnya dalam keadaan mengkhayal. Di akhirat, mereka akan dilaknat selama-lama
nya.
Dalam al-Qur’an, juga dalam shalat, perin
tah, larangan, dan akhlak yang baik, Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada umat manusia. Sesungguhnya semuanya ini meru
pa
kan rahasia penting, dan mata yang mau memperhatikan dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini di dalam hidupnya. Tidak ada sum
ber lain selain al-Qur’an yang dapat menjelas
kan rahasia-rahasia ini. Al-Qur’an adalah sum
ber istimewa bagi rahasia-rahasia ini, sehingga siapa pun orangnya, betapapun ia orang yang cerdas dan melek huruf tidak akan pernah me
ne
mukan rahasia-rahasia ini di tempat lain.
Jika sebagian orang tidak dapat memahami pesan-pesan yang tersembunyi dalam al-Qur’an, sedangkan orang lain dapat memaha
mi
nya, ini merupakan rahasia lain yang dicip
takan oleh Allah. Orang-orang yang tidak mengkaji rahasia-rahasia yang diwahyu
kan dalam al-Qur’an hidup dalam keadaan men
derita dan berada dalam kesulitan. Ironis
nya, mereka tidak pernah mengetahui penye
bab penderitaan mereka. Dalam pada itu, orang-orang yang mempelajari rahasia-rahasia dalam al-Qur’an menjalani kehidupannya dengan mudah dan gembira.
Sebabnya adalah karena al-Qur’an itu jelas, mudah, dan cukup sederhana untuk dipahami oleh setiap orang. Dalam al-Qur’an, Allah me
nya
takan sebagai berikut:

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepada
mu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (Q.s. an-Nisa’: 174-75).

Namun demikian, kebanyakan manusia, meskipun mereka sanggup memecahkan masa

lah yang sangat sulit, memiliki pema
ham
an dan mampu mempraktikkan filsafat yang sangat membingungkan, ternyata tidak mam
pu memahami hal-hal yang jelas dan seder
hana yang terdapat dalam al-Qur’an. Sebagai
mana tetah dijelaskan dalam buku ini, perso
al
an ini merupakan rahasia yang pen
ting. Di samping tidak mampu memahami sifat dunia yang sementara, hari demi hari orang-orang seperti ini semakin dekat kepada kematian yang tak dapat dielakkan. Rahasia-rahasia dalam al-Qur’an merupakan rahmat bagi orang beriman, dan di sisi lain, al-Qur’an mem

berikan ancaman bagi orang-orang kafir, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Allah menjelaskan kenyataan ini dalam sebu
ah ayat sebagai berikut:
“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur’an itu hanya
lah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim.” (Q.s. al-Isra’: 82).

Buku ini membicarakan tentang persoalan-persoalan yang berhubungan dengan ayat-ayat yang telah diwahyukan Allah kepada manusia sebagai suatu rahasia. Ketika seseorang mem
baca ayat-ayat ini, dan perhatiannya tertuju kepada rahasia-rahasia yang terkandung da
lam ayat ini, maka yang harus ia lakukan ada
lah berusaha mengetahui maksud Allah di balik berbagai peristiwa, lalu memikirkan segala sesuatunya berdasarkan al-Qur’an. Maka, orang-orang pun akan menyadari dengan kesadaran yang mendalam tentang rahasia-rahasia tersebut, sehingga al-Qur’an akan mengendalikan kehidupan mereka dan kehidupan orang lain.
Semenjak orang bangun pada pagi hari, wujud dari rahasia-rahasia yang diciptakan Allah ini dapat dilihat. Untuk memahami raha
sia-rahasia ini, yang ia perlukan hanyalah selalu memperhatikannya, berpaling kepada Allah, dan bertafakur. Maka, ia akan menya
dari bahwa hidupnya sama sekali tidak tergan
tung pada hukum–hukum yang merugikan sebagaimana yang dipakai banyak orang, dan ia akan menyadari bahwa satu-satunya keku
asa
an dan hukum yang dapat dipercaya ha
nya

lah hukum Allah. Ini merupakan rahasia yang sangat penting. Tidak ada kebaikan di dalam aturan-aturan dan praktik-praktik yang digunakan kebanyakan orang selama berabad-abad yang dianggap sebagai kebenaran yang pasti. Sesungguhnya, orang-orang ini telah tertipu. Kebenaran adalah apa yang dinyata
kan dalam al-Qur’an. Siapa pun yang mem
baca al-Qur’an dengan ikhlas, lalu memikir
kan berbagai peristiwa berdasarkan al-Qur’an dan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah, ia akan melihat dengan jelas rahasia-rahasia ini. Perbuatan inilah yang akan mem
berikan pemamahan yang lebih baik bahwa Allah adalah Yang Maha Esa Yang mengen
dali
kan setiap makhluk, hati, dan pikiran, sebagaimana pernyataan Allah dalam sebuah ayat:

“Kami akan memperlihatkan kepada mere
ka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia me
nyak
sikan segala sesuatu?” (Q.s. Fush
shilat: 53).

ALLAH MENGABULKAN DOA SETIAP ORANG

Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah ter
sebut adalah:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebe
nar

an.” (Q.s. al-Baqarah: 186).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mende
ngar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Allah memiliki kekuasaan dan pengeta
huan yang tiada batas. Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makh
luk, setiap benda, dari orang-orang yang tam
paknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak.
Seseorang yang beriman terhadap kebenar
an ini dapat berdoa kepada Allah mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya. Misalnya, sese
orang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengo
batan. Namun ketika mengetahui bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesehat
an, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar terbebas dari keta
kutan dan kecemasan. Seseorang yang meng
hadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Allah, untuk kesehatan, dan seba
gainya. Inilah yang telah ditekankan Rasu
lullah saw. dalam sabdanya:
“Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari keja
hatan musuh dan agar rezekimu bertam
bah?” Mereka berkata, “Tentu saja wahai Ra
su
lul
lah.” Beliau bersabda, “Serulah Tuhan
mu siang dan malam, karena ‘doa’ itu meru
pakan senjata bagi orang yang ber
iman.”1
Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dalam al-Qur’an yang perlu kita bicarakan dalam masalah ini. Sebagaimana Allah telah menyatakan dalam ayat:

“Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa.” (Q.s. al-Isra’:11).
Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya sese
orang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan yang banyak untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekaya
an yang banyak itu justru dapat mema
lingkan anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar doa orang tersebut, meneri
manya sebagai amal ibadah, dan me
ngabul
kannya dengan cara yang sebaik-baik
nya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak terlambat dalam memenuhi per
janjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentu
kan, karena ia dapat bertemu dengan sese
orang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia me
nga
bulkan doa bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara yang terbaik. Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.
Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mere
ka. Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, karena “Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri.” (Q.s. Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucap
kan, apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam mimpi
nya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya.
Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan karunia Allah yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Allah akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan berman
faat bagi dirinya. Allah menyatakan penting
nya doa dalam sebuah ayat:

“Katakanlah: ‘Tuhanku tidak mengindah
kan kamu, andaikan tidak karena doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena itu kelak azab pasti akan menim
pamu’.” (Q.s. al-Furqan: 77)

Allah Mengabulkan Doa Orang-orang yang
Menderita dan Berada dalam Kesu
litan

Doa adalah saat-saat ketika kedekatan sese
orang dengan Allah dapat dirasakan. Sebagai hamba Allah, seseorang sangat me
merlukan Dia. Hal ini karena ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya dan betapa hinanya dirinya di hadapan Allah, dan ia menyadari bahwa tak seorang pun yang dapat menolongnya kecuali Allah. Keikhlasan dan kesungguhan seseorang dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memer
lukan. Misalnya, setiap orang berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan di dunia. Namun, orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang akan ber
doa lebih sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan Allah. Demikian pula, ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau pesawat terbang sehingga terancam bahaya, orang-orang akan memo
hon kepada Allah dengan berendah diri. Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam berdoa. Allah menceritakan keadaan ini dalam sebuah ayat:

“Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lem
but: ‘Sesungguhnya jika Dia menyelamat
kan kami dari (bencana) ini, tentulah kami men
ja
di orang-orang yang bersyukur’.” (Q.s. al-An‘am: 63).

Di dalam al-Qur’an, Allah memerintahkan manusia agar berdoa dengan meren
dahkan diri:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan beren

dah diri dan suara yang lembut. Sesung
guhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s. al-A‘raf: 55).

Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan:

“Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilang
kan kesu
sah
an dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang mem
perhatikannya.” (Q.s. an-Naml: 62).

Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya ketika berdoa kepada Allah. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang dapat memahami maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenung
kan saat kematian, ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka berpaling kepada Allah dengan keikhlasan yang dalam. Dalam pada itu, orang-orang yang beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Allah, selalu menyadari kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu ber
paling kepada Allah dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya. Ini merupakan ciri penting yang membeda
kan mereka dengan orang-orang kafir dan orang-orang yang imannya lemah.

Tidak Ada Pembatasan Apa pun dalam Berdoa

Seseorang dapat memohon apa saja kepada Allah asalkan halal. Hal ini karena sebagai
mana telah disebutkan terdahulu, Allah adalah satu-satunya penguasa dan pemilik seluruh alam semesta; dan jika Dia menghen
daki, Dia dapat memberikan kepada manusia apa saja yang Dia inginkan. Setiap orang yang berpaling kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, haruslah meyakini bahwa Allah berku
asa melakukan apa saja dan bersungguh-sungguhlah dalam berdoa sebagaimana disabda
kan oleh Nabi saw.2 Ia perlu mengetahui bahwa mudah saja bagi-Nya untuk memenuhi keinginan apa saja, dan Dia akan memberikan apa yang diminta oleh seseorang jika di dalam
nya terdapat kebaikan bagi orang itu dalam doa tersebut. Doa-doa para nabi dan orang-orang beriman yang disebutkan dalam al-Qur’an merupakan contoh bagi orang-orang beriman tentang hal-hal yang dapat mereka mohon kepada Allah. Misalnya, Nabi Zakaria a.s. berdoa kepada Allah agar diberi keturunan yang diridhai, dan Allah pun mengabulkan doanya, meskipun istrinya mandul:

“Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu se
orang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya‘qub; dan jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai’.” (Q.s. Maryam: 3-6).

Maka Allah mengabulkan doa Nabi Zaka
ria dan memberikan kepadanya berita gem
bira tentang Nabi Yahya a.s.. Setelah meneri
ma berita gembira tentang seorang anak laki-laki, Nabi Zakaria merasa heran karena istri
nya mandul. Jawaban Allah kepada Nabi Zakaria menjelaskan tentang sebuah rahasia yang hendaknya selalu dicamkan dalam hati orang-orang yang beriman:

“Zakaria berkata, ‘Ya Tuhanku, bagai
mana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sesung
guhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.’ Tuhan berfirman, ‘Demikianlah.’ Tuhan berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku, dan se
sung
guhnya telah Aku ciptakan kamu sebe
lum itu, padahal kamu belum ada sama sekali’.” (Q.s. Maryam: 8-9)

Ada beberapa Nabi lainnya yang disebut
kan dalam al-Qur’an yang doa-doa mereka dikabulkan. Misalnya, Nabi Nuh a.s. memo
hon kepada Allah untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang tersesat meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk membim
bing mereka kepada jalan yang lurus. Sebagai jawaban dari doanya, Allah menimpakan azab besar kepada mereka yang tercatat dalam sejarah.
Nabi Ayub a.s. menyeru Tuhannya ketika ia sakit, ia berkata, “… Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (Q.s. al-Anbiya’: 83). Sebagai jawaban ter
hadap doa Nabi Ayub, Allah berfirman seba
gai berikut:

“Maka Kami pun mengabulkan doa

nya itu, lalu Kami hilangkan penyakit yang menim
pa
nya dan Kami kembalikan keluar
ganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Q.s. al-Anbiya’: 84).

Allah mengabulkan Nabi Sulaiman a.s. yang berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.s. Shad: 35). Maka Allah mengaruniakan kekuasaan yang besar dan kekayaan yang banyak kepada
nya.
Oleh karena itu, orang-orang yang berdoa hendaknya mencamkan dalam hati ayat ini, “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia meng
hendaki sesuatu hanyalah berkata kepada
nya, ‘Jadilah.’ Maka terjadilah ia. (Q.s. Yasin: 82) Sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, segala sesuatu itu mudah bagi Allah dan Dia Mendengar dan Mengetahui setiap doa.

Allah Memberi Karunia di Dunia ini bagi Orang-orang yang Mengingin
kannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Mende
rita Kerugian

Orang-orang yang tidak memiliki ketak
waan kepada Allah dalam hatinya, dan iman
nya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedu
duk
an hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Allah memberi tahu kita bahwa orang-orang yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan akhirat karena mereka percaya bahwa kehidupan di akhirat sama pastinya dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Allah menyatakan sebagai berikut:

“Di antara manusia ada orang yang ber
doa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaik
an) di dunia,’ dan tidak ada baginya bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.’ Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Q.s. al-Baqarah: 200-2).

Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesehatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari keridhaan Allah dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Allah. Berkenaan dengan masalah ini, Allah memberikan con
toh tentang Nabi Sulaiman di dalam al-Qur’an. Jauh dari keinginan untuk memper
oleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk memin
ta kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Allah, untuk menyeru manusia kepada agama Allah, dan agar diri
nya sibuk berdzikir kepada Allah. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur’an menunjukkan niatnya yang ikhlas:

“Sesungguhnya aku menyukai kesenang
an terhadap barang yang baik karena ingat kepada Tuhanku.” (Q.s. Shad: 32).

Maka Allah mengabulkan doa Nabi Sulai
man a.s. tersebut dengan mengaruniakan kepa
danya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan memperoleh pahala di akhirat. Dalam pada itu, Allah juga menga
bulkan keinginan orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yang telah mereka peroleh di dunia ini tidak akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak.
Kenyataan yang sangat penting ini di
cerita
kan dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan mem
beri
kan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat. (Q.s. asy-Syura: 20).

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan bagi
nya neraka Jahanam, ia akan mema
sukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.s. al-Isra’: 18).

ALLAH MENAMBAHKAN NIKMATNYA KEPADA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR

Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggu
na
kan tangannya hingga kemampuan ber
bicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat me
mer
lu
kan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menya
dari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka meng
anggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mere
ka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalah
an yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, orang-orang yang telah menyatakan rasa terima
kasih
nya kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepadanya, mereka menghabiskan hidupnya dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak ter
hitung banyaknya di sepanjang hidupnya. Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

Entry filed under: ad-dien. Tags: .

Reinventing the missing Islamic time sistem Rahasia Al-Qur’an (2)

2 Komentar Add your own

  • 1. foovilfuddedo  |  Januari 26, 2011 pukul 1:03 pm

    awal yang baik

    Balas
  • 2. Web Design  |  Januari 1, 2013 pukul 1:25 am

    whoah this weblog is wonderful i really like studying
    your articles. Stay up the good work! You realize, many persons are hunting around
    for this info, you could aid them greatly.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calender

Januari 2010
S S R K J S M
« Okt   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Rated

Blog Stats

  • 33,851 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: